Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Artikel Ide dan Peluang Bisnis’ Category

“Saya seorang pemula yang baru saja membuka usaha menjual jenis makanan asinan buah. Yang ingin saya ketahui bagaimana cara saya menetapkan harga jual dari makanan produksi saya tersebut secara optimal?”.

————— 

Harga memang memegang peranan penting dalam menentukan posisi produk di pasar dan membentuk citra bisnis yang digeluti. Sebelum menetapkan harga, kita harus mengerti benar mengenai faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi biaya. Bila biaya yang telah atau akan terjadi sudah dipahami dengan baik, kita dapat dengan mudah menghitung dan menetapkan harga yang diinginkan.

            Secara umum ada dua tipe biaya, yaitu biaya tetap dan biaya tidak tetap. Biaya tetap adalah biaya rutin yang dikeluarkan perusahaan setiap bulannya, misalnya biaya sewa ruangan, sewa peralatan, dan gaji pegawai.

            Biaya tidak tetap adalah biaya yang timbul karena adanya bisnis, misalnya biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli dan memperoleh bahan baku yang dibutuhkan.

            Pada dasarnya harga yang akan ditetapkan atas produk yang dijual harus mengacu kepada semua biaya yang timbul dan harus dapat memberikan keuntungan bagi  perusahaan. Cara yang paling sederhana untuk menetapkan harga adalah menggunakan metode mark up. Beberapa pengusaha menggunakan pula metode margin. Penetapan harga dengan metode mark up berarti menambahkan sejumlah angka keuntungan di atas jumlah biaya. Mark up biasanya dinyatakan dalam persentase dari biaya, dan dihitung dengan rumus sbb:

Mark Up (%) = (Harga jual-Biaya) X 100%

                                    Biaya

 

Sedangkan penetapan harga dengan metode margin menyatakan besarnya keuntungan di atas harga jual. Margin biasanya dinyatakan dalam persentase harga jual dan dihitung dengan rumus sbb:

 

Margin (%) = (Harga jual – Biaya) X 100%

                                    Harga Jual

 

Jika suatu barang diproduksi dengan biaya total Rp. 500 dan dijual dengan harga Rp 1000, berarti telah dilakukan mark up sebesar 100% atau margin 50%.  Orang seringkali rancu mengatakan bahwa ia telah menjual dengan harga dua kali lipat atau mark up 200%, padahal pada contoh kasus ini dapat dihitung bahwa apabila menjual dengan harga dua kali lipat dari harga beli berarti mark up yang terjadi adalah 100% bukan 200%.

Angka mark up dan margin berbeda antara satu produk dengan produk lainnya, tetapi biasanya berada pada kisaran tertentu. Agar memiliki acuan dalam penetapan harga kita bisa bertanya langsung kepada asosiasi perdagangan mengenai kisaran persentase keuntungan umum yang terjadi untuk kategori produk yang dijual.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses menetapkan harga:

1). Tetapkan harga yang realistis, jangan tetapkan harga terlalu tinggi yang tidak masuk akal atau terlalu rendah hanya supaya produk laku keras dipasaran.

2). Pastikan semua biaya sudah diperhitungkan.

3). Bandingkan harga jual yang ditetapkan dengan harga jual kompetitor.

4). Berekasilah dengan cepat namun tetap hati-hati bila kompetitor melakukan perubahan harga.

5). Jangan menaikkan harga jual bila terjadi inflasi.

6). Tidak memberikan diskon terlampau banyak dan sering.

7). Jangan berpikir bahwa konsumen hanya akan membeli produk dengan harga yang murah.

Harga yang ditetapkan hendaknya juga sesuai dengan berapa jumlah yang bersedia dibayar oleh konsumen atas produk itu. Pada prakteknya tidak mudah untuk menetapkan harga karena pada umumnya konsumen akan berpaling jika harga meninggi. Bila harga produk kompetitor dianggap sebagai harga pasar maka kita dapat menganalisa misalnya apakah konsumen mau membayar harga lebih tinggi untuk produk kita? Bila belum ada kompetitor yang menetapkan harga atas suatu produk maka akan lebih sulit untuk meneliti pada harga berapa onsumen mau membayar. Karena kompetisi cenderung untuk menekan harga maka bila tidak memiliki kompetitor dengan produk berkualitas tinggi, penetapan harga dapat dimulai  dengan menentukan harga tinggi dan merendahkannya bila diperlukan. 

Hasan Jauhari

Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan

Usaha Kementerian Koperasi dan UKM

E mail: jauhari_hasan@yahoo.com

Sumber: Peluang Usaha

Read Full Post »

Kalau sekarang Anda berpikir: “Kira-kira menarik juga ya ide untuk membuka usaha. Oke, kalau sekarang saya memutuskan untuk membuka usaha, kira-kira apa saja hal-hal penting yang harus saya perhatikan? Saya kan enggak mau gagal dalam usaha saya….”.

Saya jadi ingat ketika sekitar dua minggu yang lalu saya membaca sebuah tulisan dari seorang pengusaha terkenal di Indonesia. Dia mengatakan, “Kalau Anda membuka usaha, maka apa yang harus Anda lakukan adalah… lakukan saja.” Saya pikir betul juga. Banyak di antara kita yang ketika akan membuka usaha, seringkali terbentur pada kegiatan-kegiatan yang sifatnya hitung menghitung seperti, “Apa kira-kira usaha saya ini bisa untung ya… Coba saya hitung dulu…”.

Sebetulnya, menghitungnya sih enggak apa-apa. Tindakan survei yang Anda lakukan sebelum membuka usaha juga tidak apa-apa. Tapi sayangnya, seringkali banyak dari kita yang terlalu lama berkutat di masalah survei kelayakan usaha dan hitung menghitung sehingga kita jadi kehilangan emosi yang dibutuhkan dalam membuka usaha.

Saran saya, Ibu – Bapak, ketika Anda sudah berniat membuka usaha, tidak apa-apa bila Anda ingin mengadakan survei atau acara hitung-menghitung terlebih dahulu. Tapi, jangan sampai tindakan yang Anda lakukan tersebut membuat Anda jadi menunda-nunda tindakan untuk membuka usaha.

Nah, sebelum Anda membuka usaha, ada 3 hal penting yang harus Anda ketahui dalam menjalankan usaha. Kalau ke-3 hal ini Anda jalankan, mudah-mudahan risiko kegagalan dalam usaha Anda lebih bisa ditekan. Bukankah itu yang kita semua inginkan?

  1. Kreatif Mencari Sumber Modal
    Apakah Anda kesulitan mencari modal usaha? Apakah Anda terlalu berat untuk membayar bunga kredit usaha di bank? Bila kedua jawabannya tersebut adalah ya, maka mungkin Anda perlu mencari alternatif sumber modal yang lebih murah. Caranya? Antara lain mungkin dengan mengajak sahabat atau saudara Anda untuk menanamkan modalnya pada usaha Anda, atau malah Anda berdua atau bertiga malah bisa membuka usaha tersebut secara patungan dan menjalankannya bersama-sama.

Alternatif lainnya, cobalah meminjam uang dari kerabat dekat atau sahabat terdekat. Karena umumnya mereka telah mengenal Anda dan memahami tujuan Anda untuk membuka usaha. Maka bisa jadi mereka rela memberikan pinjaman uang dengan bunga di bawah bunga bank atau malah tanpa bunga.

Tapi ingat, meski saudara, yang namanya meminjam sesuatu tetap harus dikembalikan, termasuk meminjam uang. Jangan sampai malah hubungan Anda dengan kerabat atau sahabat jadi rusak nantinya gara-gara masalah uang.

  1. Lokasi dan SDM
    Lokasi adalah salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan dalam membuka usaha. Ada usaha yang cocok didirikan di suatu lokasi, tapi enggak cocok di tempat lain. Usaha warnet dan fotokopi mungkin sesuai untuk lingkungan di sekitar kampus, tapi membuka toko kelontong mungkin akan lebih cocok untuk daerah pemukiman. Karenanya, lakukan survei untuk mencari tempat yang sesuai bagi usaha Anda. Amati kondisi pasarnya, potensi permintaannya, dan jangan lupa cari juga informasi tentang bagaimana prospek perkembangan daerah itu ke depannya, karena hal ini bisa sangat mempengaruhi usaha Anda.

Faktor lain adalah sumber daya manusia (SDM). SDM menjadi sangat penting karena hal inilah yang akan menggerakkan usaha Anda sehari-hari nantinya. Bila Anda memulai usaha ini sendirian mungkin enggak akan terlalu jadi masalah. Tapi, kalau Anda merekrut pegawai dalam usaha Anda, maka Anda harus memperhatikan masalah kepribadian dan kemampuannya. Kalau pegawai Anda akan berhadapan langsung dengan pelanggan Anda, pilihlah orang yang sopan dan ramah. Seorang klien saya misalnya, mempunyai sebuah usaha toko kelontong. Ketika dia menjaga sendiri tokonya, pelanggannya sangat banyak. Tapi, ketika pegawainya yang disuruh menjaga toko, pelanggannya mulai berkurang. Usut punya usut, setelah ditanyakan pada para pelanggan, rata-rata dari mereka menjawab bahwa pegawai tersebut tidak ramah dalam melayani sehingga para pelanggan menjadi enggan untuk datang ke toko itu. Tentunya Anda tidak mau hal ini terjadi pada usaha Anda kan?

  1. Promosi
    Segi promosi seringkali dilupakan oleh mereka yang sedang membuka usaha, atau tak jarang, kegiatan promosi dihilangkan ketika kegiatan usaha sedang lesu. Alasannya, tidak ada dana. Padahal, promosi usaha apa pun bentuknya hendaknya jangan sampai berhenti dalam waktu lama.

Bila promosi berhenti untuk waktu yang lama, orang bisa lupa pada usaha Anda. Tapi kalau Anda selalu melakukan promosi secara rutin, orang akan selalu teringat pada usaha Anda. Promosi yang kontinyu akan selalu berdampak baik pada usaha Anda. Bila kelesuan usaha menimpa secara keseluruhan pada Anda dan pesaing Anda, tetaplah berpromosi. Mungkin Anda memang harus sedikit berkorban dulu, karena pemasukan minim sedangkan pengeluaran promosi terus ada. Tetapi, saya percaya bahwa bila kelesuan usaha ditentukan atas faktor kondisi ekonomi, maka suatu saat kondisinya akan pulih kembali.

Nah, saat kondisi mulai pulih, orang mulai membutuhkan kembali barang dan jasa Anda, saat itulah Anda akan menuai hasilnya. Orang akan membeli dari Anda, karena Andalah yang diingat karena Anda yang paling rajin berpromosi. Bayangkan bila Anda tidak berpromosi disaat kondisi buruk, bisa-bisa Anda malah dikira sudah bangkrut. Nah, bagaimana? Mudah-mudahan 3 hal tersebut di atas bisa membantu Anda dalam menyukseskan usaha Anda.

Memulai Usaha dari Rumah

Bila Anda tertarik membuka usaha, kenapa Anda tidak mencoba untuk menjalankannya dari rumah? Ya, memulai usaha dari rumah bisa sangat bermanfaat, tapi tentu saja hal ini harus disesuaikan dengan kondisi rumah Anda dan sifat dari usaha Anda. Tentu saja penilaian terbaik untuk dua hal ini adalah di tangan Anda sebagai sang calon wirausahawan. Bila keduanya tidak memungkinkan untuk memulai usaha dari rumah, jangan dipaksakan. Namun, bila usaha Anda memungkinkan untuk dijalankan dari rumah akan sangat bagus karena Anda akan mendapat berbagai manfaat.

Membuka usaha di rumah memungkinkan kita untuk meluangkan waktu untuk keluarga. Dengan memulai usaha dari rumah, kita bisa mempunyai waktu lebih untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga. Oleh karena itu, kalau Anda wanita, memulai usaha dari rumah sangat sesuai untuk Anda yang ingin tetap menunaikan kodrat kewanitaan Anda sebagai ratu rumah tangga sekaligus bisa bekerja untuk mendapatkan penghasilan. Memulai usaha dari rumah juga merupakan suatu penghematan yang cukup berarti, karena dengan memulai usaha di rumah, berarti Anda mengurangi kebutuhan biaya untuk menyewa atau membeli tempat usaha. Nah, kalau Anda ingin menjalankan usaha dari rumah, jangan lupa beritahukan dan jalin hubungan baik dengan tetangga dan aparat setempat. Ini penting untuk keamanan tempat usaha Anda, dan juga supaya warga sekitar tahu usaha Anda, siapa tahu mereka malah bisa jadi pelanggan Anda.

Safir Senduk                                                                                                                  

Sumber:   Tabloid NOVA No. 831/XVI

Read Full Post »

Anda ingin berbisnis? Jangan tunda keinginan, mulai lah sekarang juga! Ajakan tersebut sering kita baca dan dengar untuk memotivasi seseorang agar bersemangat dan berkeinginan untuk memulai bisnis yang sesungguhnya. Ada benarnya, karena jika ditunda-tunda bisa-bisa keinginan tersebut kandas karena terlalu banyak pertimbangan. Hanya saja ajakan tersebut bukan berarti bahwa memulai sebuah bisnis tidak membutuhkan persiapan.

                                             

Memulai bisnis yang baik membutuhkan sebuah konsep. Jika perlu konsep yang dibuat berbeda dalam artian lebih baik dibandingkan bisnis sejenis yang telah ada. Pertanyaan yang dapat membantu calon pebisnis membuat konsep adalah, seperti apa bisnis akan dijalankan?

 

Misalnya saja, calon pebisnis ingin mencoba bisnis berdagang kecil-kecilan produk tas. Untuk ini konsep berdagang yang akan dijalankan terlebih dahulu disusun dengan baik. Bagaimana penjualan dilakukan sehingga menarik pasar? Kemudian, siapa target pasarnya?

 

Membuat konsep bisnis seperti ini memerlukan kejelian calon pebisnis dalam melihat persaingan di pasar. Tak perlu ide-ide yang rumit, tapi buatlah konsep dengan pendekatan-pendekatan yang sederhana, namun langsung menuju pada pemecahan masalah, sehingga produk atau jasa mudah diterima oleh pasar.

 

Kembali pada contoh di atas, bisnis kecil-kecilan menjual tas. Namanya bisnis kecil-kecilan, ada kalanya calon pebisnis belum bisa atau belum berkeinginan menyewa/membeli kios atau toko sebagai etalase produk. Sementara menjual secara langsung kepada pelanggan, tentunya ada kelebihan yang harus ditawarkan. Jika tidak ada, bisa jadi pelanggan tidak berminat karena merasa lebih bebas memilih di toko dan harga mungkin tidak jauh berbeda. Nah untuk ini, konsep apa yang bisa digunakan? Misalnya calon pebisnis menawarkan pembayaran cicilan 2 kali untuk setiap produk yang akan dijual. Meski produk sejenis berharga sama dengan di toko, metode bayar dua kali ini bisa jadi salah satu penarik.

 

Daftar pertanyaan untuk bisnis terkait selanjutnya, darimana produk bisa didapatkan calon pebisnis sehingga memberikan hasil optimal? Untuk ini calon pebisnis tentu perlu mencari informasi tentang supplier produk yang cocok untuk konsep bisnis.

 

Dari penyusunan konsep sebuah bisnis, calon pebisnis selanjutnya bisa memperkirakan besaran marjin yang akan didapat. Selanjutnya kelihaian mengutak atik konsep sehingga memperoleh marjin dan pencapaian optimal yang diperkirakan akan memuaskan calon pebisnis.

 

 Robert T Kiyosaki dalam gagasannya ‘how to get rich’ memberikan enam kiat yang dapat diaplikasikan seseorang untuk menjadi kaya. Salah satu kiat tersebut adalah penguasaan atas empat konsep bisnis yaitu pemasukan, pengeluaran, neraca aset, dan liabilities.

  

Jadi jika telah yakin ingin menjalankan sebuah bisnis, susun segera konsep bisnis yang akan dijalankan. Selanjutnya konsep tersebut akan jadi panduan calon pebisnis dalam menjalankan bisnis. Yakin lah, dengan membuat konsep sebuah bisnis yang baik sebelum memulainya, Anda akan lebih yakin dan optimis dalam menjalankan mimpi Anda. (SH)

Read Full Post »

Berikut ini 10 langkah yang bisa memandu pebisnis menyusun bisnis dan membuatnya sukses.

1. Kerjakan apa yang Anda sukai.

Anda akan mencurahkan banyak waktu dan energi untuk memulai sebuah bisnis dan membangunnya menjadi usaha yang berhasil, jadi sangat penting bahwa Anda sangat menikmati secara mendalam apa yang Anda kerjakan, apakah menjalankan sewa pemancingan, mengkreasikan tembikar atau memberikan nasehat keuangan.

2. Mulai bisnis Anda ketika Anda masih bekerja.

Berapa lama paling banyak orang bisa tanpa uang? Tidak lama. Dan ini akan menjadi waktu yang lama sebelum bisnis baru Anda benar-benar membukukan keuntungan. Menjadi karyawan ketika memulai bisnis berarti ada uang di saku ketika Anda memasuki proses memulai bisnis.

3. Jangan kerjakan hal tersebut sedirian.

Anda membutuhkan dukungan ketika memulai bisnis (dan setelahnya). Seorang anggota keluarga atau teman yang dapat memberikan ide dan akan mendengat secara simpatik hingga hal penting tarakhir memulai bisnis tidak ternilai harganya.

4. Pertama dapatkan klien atau pelanggan.

Jangan menanti sampai Anda telah secara resmi memulai bisnis hingga garis ini, karena bisnis Anda tidak dapat bertahan tanpa mereka. Kembangkan jaringan atau network, buat kontak. Jual atau berikan produk atau jasa Anda. Anda tidak dapat memulai pemasaran terlalu cepat.

5. Tulis perencanaan bisnis.

Alasan penting membuat rencana bisnis adalah langkah ini dapat membantu Anda menghindari habisnya waktu dan uang mwmulai bisnis yang tidak akan sukses.

6. Lakukan riset.

Anda akan mengerjakan banyak penelitian sepanjang rencana bisnis, tetapi itu barulah awalnya. Anda untuk menjadi ahli dalam industri Anda, produk dan jasa. Jika Anda telah selesai. Bergabung pada asosiasi industri atau profesional yang berhubungan dengan bisnis Anda sebelum memulai bisnis merupakan ide yang bagus.

7. Dapatkan bantuan profesional.

Di satu sisi, hanya karena Anda menjalankan bisnis kecil, bukan berarti Anda harus menjadi ahli di bidang apa pun. Jika Anda bukan seorang akuntan, hire lah satu atau dua orang misalnya. Jika Anda ingin menulis kontrak, dan Anda bukanlah seorang lawyer, hire lah 1 orang. Anda akan membuang lebih waktu dan mungkin juga uang untuk mencoba melakukannya sendiri pekerjaan dimana Anda tidak memiliki kualifikasi untuk mengerjakannya.

8. Dapatkan uang.

Simpan jika harus, mendekati investor potensial dan pemberi pinjaman. Gambarkan perencanaan keuangan jatuh ke belakang. Jangan mengharapkan memulai bisnis dan kemudian berjalan ke dalam bank dan mendapatkan uang. Pemberi pinjaman tradisional tidak seperti ide baru dan tidak seperti bisnis tanpa pembuktian track records.

9. Jadi lah profesional semenjak memulai.

Segala sesuatu tentang Anda dan cara Anda menjalankan bisnis membuat orang-orang tahu bahwa Anda seorang profesional yang menjalankan sebuah bisnis yang serius. Ini berarti mendapatkan semua pelrengkapan seperti kartu bisnis profesional, telepon bisnis, dan alamat email bisnis, dan memperlakukan orang secara profesional, cara yang sopan.

10. Jalankan hukum dan keluarkan pajak dengan benar pada kali pertama.

Hal tersebut lebih sulit dan lebih mahal dibandingkan mengerjakannya setelah itu. Apakah bisnis anda butuh teregistrasi? Akankah Anda harus memiliki asuransi untuk karyawan atau deal dengan pajak gaji? Akan bagaimana bentuk bisnis yang Anda pilih mempengaruhi situasi pajak pendapatan Anda? Pelajari kewajiban pajak dan hukum sebelum Anda memulai bisnis dan mengoperasikannya.

 sumber: smbzone.indiatimes.com

Read Full Post »

Menemukan ide bisnis merupakan anugerah yang tidak terhingga, karena dalam realitasnya tidak gampang menemukan ide bisnis. Namun jika ide hanya sebatas bayang-bayang, Anda tetap tidak akan bisa merealisasikannya dalam bisnis yang nyata.

Para wirausahawan top yang kini namanya muncul di berbagai media bisnis, seringkali tidak pernah memikirkan tahapan-tahapan dalam merealisasikan ide. Bahkan banyak pula anggapan bahwa kalau mau berwirausaha tidak usah membuat rencana macam-macam, nanti malah kandas di tengah jalan.

Mungkin banyak yang membuat rencana macam-macam tapi rencana cuma sebatas rencana, sehingga realisasinya memang nol besar. Kalau ini yang terjadi tentu anggapan di atas menjadi benar. Padahal dalam teorinya, bisnis sekecil apapun tetap memerlukan perencanaan untuk dapat merealisasikan ide bisnis yang lebih matang.

Tujuan membuat rencana bisnis adalah untuk memastikan jalannya operasi bisnis yang tepat dan memberikan dorongan pada rencana-rencana departemen atau divisi. Selain itu juga untuk memutuskan rute yang diperlukan organisasi dalam mencapai tujuannya sekaligus menentukan standar untuk menentukan kinerja bisnis. Yang tidak kalah penting adalah untuk memperoleh dukungan dari konsumen, investor bahkan pihak-pihak lainnya.

Dalam perspektif Philip Kotler, setidaknya ada beberapa prosedur standar untuk dapat merealisasikan ide bisnis yang benar dalam bentuk rencana bisnis untuk merealisasikan bisnis. Yaitu : pembangkitan gagasan, penyaringan, pengembangan dan pengujian konsep, strategi pemasaran, analisa bisnis, pengembangan produk, pengujian pasar, dan komersialisasi.
Dengan kata lain, rencana bisnis untuk merealisasikan ide memang menjadi hal yang sangat penting dalam bisnis. Boleh saja ide yang diperoleh sangat brilliant dan luar biasa, tetapi tetap saja harus dikaji dalam berbagai hal, terutama aspek ekonomis, teknis, dan masa depannya.

Aspek Ekonomis.

Aspek ini mencakup analisis pasar, penjualan, biaya produksi, maupun profit margin.Faktor ini sangat penting, karena mempengaruhi tingkat keputusan untuk merealisasikan ide menjadi bisnis yang sesungguhnya. Aspek ini akan mengkaji sejauh mana tingkat keuntungan yang diperoleh, dengan daya serap pasar yang ada dan kemampuan memiliki modal untuk menjalankan operasional bisnis. Meskipun idenya luar biasa, tetapi kalau dalam perhitungannya merugi, ya buat apa ? Karena itu, Anda harus paham betul, bagaimana Anda menghasilkan income, dan berapa biaya yang akan dikeluarkan.

 Aspek Teknis.

Aspek ini sangat penting untuk mengukur kemampuan untuk menjalankan bisnis dengan baik. Apakah dengan modal yang ada, sudah mampu memproduksi barang atau jasa yang bisa dijual ? bagaimana dengan kemampuan sumber daya manusianya ? apakah semua kekuatan yang dimiliki mampu memberikan nilai tambah yang lebih baik kepada konsumen dibandingkan dengan usaha-usaha sejenis lainnya ? Suatu rencana bisnis yang baik, akan memberikan peluang yang lebih baik, sekaligus meminimalisasi kemungkinan kegagalan bisnis.

Masa Depan Bisnis.

Aspek ini akan mengkaji lebih komprehensif mengenai masa depan bisnis Anda. Jangan sampai, kita tahu bahwa bisnis yang digeluti adalah bisnis musiman, namun perencanaan yang diterapkan adalah untuk bisnis yang permanen. Ini tentu nantinya akan menganggu aspek teknis. Belum lagi dengan harapan-harapan konsumen yang selalu akan lebih maju dan up to date. Apakah mampu bisnis yang kita jalankan nanti menyerap pasar seperti ini ? Inilah aspek penting yang harus diperhatikan secara seksama dan dituangkan dalam rencana bisnis.

Sekali lagi, Anda jangan percaya dengan saran yang berkata “Lupakan rencana bisnis, cukup jalankan saja,” karena Anda bisa kejeblos ke hutan belantara bisnis yang serba tidak pasti. Lebih baik jika Anda menguji kelayakan rencana bisnis Anda kepada orang-orang yang lebih sukses dan lebih berpengalaman dalam bisnis, dan kemudian Anda menjadi sukses. Semoga!

Kunci penting menuju kesuksesan bisnis adalah dengan memahami kesuksesan bisnis dan menirunya. Tenggelamkan diri Anda dalam buku-buku dan majalah-majalah kewirausahaan serta bisnis. Lihatlah bagaimana para entrepreneur bekerja, perhatikan apa yang mereka katakan, dan tirulah. Tidak ada waktu untuk menemukan kembali roda bisnis”. (Kevin Potts & Steven Straus, konsultan bisnis terkemuka).

Sumber:  Majalah PROSPEKTIF Edisi No 19, Volume 8, 15-21 Mei 2006.

Read Full Post »

Jatuh-bangun saat membuka usaha pernah dialami semua orang yang mencoba menjadi wirausahawan. Hanya saja, meski ada orang yang bisa bangkit mengatasi masalah usahanya dan menggenjot kembali asa yang pernah digantungnya. Namun tak jarang orang merasa “alergi” memulai usaha meski belum mencobanya. Risiko bangkrut, gagal, dan tidak sukses acapkali menimbulkan rasa ketakutan bagi pemula yang baru memulai usaha. Apalagi jika produk bikinannya dianggap aneh, nyleneh, dan tak sesuai pakem. Alih-alih ingin membuat tren produk baru namun malah harus menerima kenyataan pahit karena produknya tak laku pasar. Lalu bagaimana cara menyiasatinya?

 

Anda ingi mewujudkan mimpi menjadi seorang pengusaha sukses? Kalau iya, Anda perlu keberanian untuk merealisasikannya. Keterbatasan modal, pengetahuan, dan sumber daya manusia disebut-sebut sebagai penghalangnya. Bagaimana tidak, bagi seseorang yang memiliki kantong pas-pasan akan berpikir dua kali jika akan menginvestasikan uangnya apalagi untuk sesuatu yang masih belum jelas hasilnya. Demikian juga bagi yang memiliki pengetahuan dan kekuatan sumber daya terbatas, kemungkinan besar dia tak mampu mengembangkan ide usahanya menjadi sebuah kenyataan. Rasa takut untuk memulai usaha akan muncul kala seseorang menengok kembali risiko yang bakal menghadang. Maklum, sebagai seorang wirausaha atau entrepreneur semua risiko yang timbul dari usaha yang dijalankannya menjadi tanggungan sendiri, jadi wajar jika masih banyak orang yang ragu melangkahkan kaki menjadi seorang pengusaha.

            Demikian pula yang pernah dialami Willy Sidartha, Direktur Utama PT Aqua Golden Mississippi Tbk saat pertama kali membuka usaha air minum dalam kemasan tahun 1983 silam. “Saat itu banyak yang meragukan bisnis minuman kami, dan menganggap sebagai sesuatu yang aneh. “Mosok jualan air mineral yang tak memiliki keistimewaan,” tutur Willy. Tetapi dengan keyakinan dan ketekunan yang dimiliki usaha air minumnya terus berkembang bahkan saat ini menjadi penguasa pasar air minum dalam kemasan lebih dari 50 persen. “Padahal dalam tahun-tahun awal sempat pula saya putus asa, karena produk yang dijual memang sangat baru jadi untuk merebut perhatian konsumen memerlukan kerja ekstra keras,”tambahnya.

            Hal senada pernah dialami juga oleh Bambang Eko Putro, produsen dendeng jantung pisang saat memperkenalkan produk olahannya ke konsumen. “Butuh waktu enam bulan hanya untuk meramu rasa yang pas dengan selera masyarakat dan tiga tahun lamanya untuk bisa menembus pasar umum, “tuturnya. Selama masa tersebut tak hanya modal yang terkuras, tenaga, pikiran juga dikerahkan. Namun sekarang baik Willy maupun Bambang sudah bisa merasakan suksesnya jerih payah yang mereka bangun. Ini karena Willi Sidharta memberikan penampilan kemasan air minum yang mengutamakan kepraktisan,yang menjadi salah satu kunci sukses produk air minum kamasannya. Begitu pula Bambang, meskipun bahan baku produknya dianggap limbah namun ia mampu mengolahnya menjadi snack yang disukai banyak orang.

            Untuk itu bagi Anda yang akan memuali usaha dengan ide-ide baru diperlukan trik jitu guna meminimalisir risiko bangkrut pada awal membuka usha, Handi Irawan, seorang pengamat bisnis memberikan dua kategorisasi persiapan yang wajib dilakukan sebelum seseorang memutuskan untuk membuka usaha yaitu persiapan secara internal. Kedua kategorisasi tersebut saling melengkapi sehingga jika yang satu tidak lengkap maka hasilnya tidak maksimal.

            Persiapan secara eksternal terbagi menjadi tiga macam yaitu waktu, tren dan peluang usaha yang profitable. Yang pertama adalah masalah waktu, artinya bagi setiap pemula yang akan membuka usaha baru harus memperhatikan jangka waktu usaha yang akan dilakoninya, apakah usaha yang dipilihnya itu termasuk usaha yang cepat balik modal atau yang lama balik modalnya. Jika memilih mendapatkan usaha yang cepat balik modal maka yang paling gampang dilakukan adalah dengan cara memilih usaha jenis franchise.

            Kategori kedua adalah tren yaitu seberapa kuat usaha tersebut akan menjadi booming. Tetapi tren yang dipilih tentu tren dalam jangka waktu yang lama. Olah karena itu Handi Irawan mengamati secara jelas bagaimana tren suatu usaha jangan sampai melawan arus. Contoh konkritnya usaha kursus komputer sebaiknya mengikuti teknologi baru terbaru apalagi sekarang ini hampir di semua sekolah yang ada di Indonesia telah memiliki laboratorium komputer. Atau contoh lain studio foto yang tidak menggunakan peralatan digital sesuai perkembangan teknologi saat ini. Dan yang ketiga adalah yang paling penting yaitu adanya fee, lihat saja berapa banyak orang yang kaya karena usaha yang digelutinya.

            Sementara untuk yang bersifat internal, pakar pemasaran dari Frontier ini hanya mengatakan jika masalah analisis diri menjadi hal yang sangat penting saat berniat memulai suatu usaha. Biasanya kita akan mendapat inspirasi dari hobby yang dimiliki terutama hobby yang berhubungan dengan seni adalah seni bercocok tanam dan hobby menyanyi.

            Sementara itu Bambang Bhakti, pakar pemasaran dari Team Master Indonesia menyebutkan ada tiga alasan yang harus dimiliki oleh pengusaha yang ingin sukses, antara lain memiliki impian besar, memiliki kompetensi dalam suatu bidang, memiliki produk dan jasa olahan, dan harus mampu untuk menetapkan siapa pelanggannya.

            Untuk yang pertama, seorang yang akan membuka usaha hendaknya memiliki keinginan yang sangat kuat untuk menjadi seorang pengusaha karena dengan memiliki impian besar maka ia akan mendapatkan tujuan yang jelas juga. Setelah memiliki keinginan yang kuat hendaknya seseorang itu memulai sebuah mimpi yang besar tetapi dengan konsep awal yang paling sederhana dahulu. Sehingga ia akan menjadi seorang yang memiliki usaha besar tetapi dengan konsep yang jelas masih terjangkau oleh semua orang.

            Hal kedua adalah memanfaatkan lingkungan yang ada, sebab marketing dengan cara person to person merupakan bentuk marketing yang paling banyak digemari saat ini. Misalnya dapat mencari usaha yang memang berhubungan dengan itu antara lain  dengan mengembangkan MLM (Multi Level marketing). Cara yang ketiga adalah menentukan produk dan jasanya. Termasuk dalam hal produk dan jasa adalah masalah harga, lokasi dan juga kemasan yang akan dipilih. Bambang Bhakti juga menyarankan untuk jangan main-main dengan tren sebab berpengaruh besar terhadap peluang usaha yang dipilih kedepannya.

           

Parameter Bisnis.

Namun demikian, untuk mengetahui apakah usaha yang kita rintis terbilang maju atau tidak, ada dua parameter yang bisa digunakan: Yang pertama adalah bisnis sama dengan profit, artinya bisnis yang sehat adalah bisnis yang menghasilkan atau mendatangkan profit besar. Yang kedua adalah masalah pelanggan, maksudnya apabila bisnis tersebut masih memiliki beberapa orang pelanggan berarti kemungkinan usaha yang dijalankannya bangkrut masih jauh.

            Namun demikian para pemula usaha juga tak lepas dari masalah. Beberapa masalah yang kerap datang kepada mereka diantaraya adalah kalau usaha kecil yang dijalankan ternyata berhenti di tengah jalan karena kurangnya ketekunan, dalam hal ini dapat dimaklumi karena tak semua orang mampu mengendalikan diri. Kemudian yang kedua adalah usaha yang telah berdiri tersebut tidak dapat bertahan lama karena kurangnya kreativitas sehingga idenya mandeg sampai di situ, dan yang ketiga adalah kurangnya komunikasi yang dimiliki oleh para pengusaha pemula misalnya saja mereka malas untuk membuat brosur pada usaha yang sedang dirintisnya. Namun Anda sebagai pemula tak perlu takut mewujudkan mimpi Anda memulai usaha bila Anda mampu memenuhi parameter-parameter bisnis tersebut.

 

Tips membuka Usaha Bagi Pemula

Bagi Anda yang memiliki impian menjadi seorang pengusaha sukses, ada baiknya mengikuti beberapa tips di bawah ini:

  1. Tanamkan pada diri Anda bahwa untuk membangun sebuah usaha dibutuhkan proses. Maka jangan pernah menyerah jika sekali atau dua kali mengalami kegagalan, sebab pada dasarnya bisnis itu seperti alam yaitu berproses mulai dari pertama membuka lahan, menanam benih, memberi pupuk hingga akhirnya menanti buah dan kemudian dapat memanennya.
  2. Yakinkan diri bahwa bisnis Anda akan berhasil. Sebab kekuatan terbesar untuk membangun sebuah bisnis adalah ketika ada keyakinan pada diri sendiri sehingga Anda tidak akan mengalami masa trauma saat bisnis yang Anda geluti mengalami kegagalan. Keyakinan diri ini selalu membuat orang lain senang.
  3. Tentukan kapan tanggal memulai usaha sehingga Anda memiliki target waktu yang tepat untuk merealisasikan semua ide besar yang Anda miliki. Sebab, biasanya deadline waktu yang tak jelas akan membuat kerangka ide yang Anda miliki menggantung dan tak lekas menjadi nyata.

Read Full Post »

Perkembangan bisnis jasa sangat mengutamakan peranan Sumber Daya Manusia yang punya pengalaman di bidangnya dan juga peranan SOP atau Standard Operating Procedure.

 

Pertumbuhan sektor jasa di dalam negeri masih relatif kecil sekitar 5% dan masih jauh di bawah pertumbuhan sektor transportasi yang mencapai 13% atau perdagangan 9%. Sehingga potensinya untuk terus dikembangkan cukup besar. Apalagi dalam perkembangan global saat ini negara-negara di kawasan regional justru menjadikan sektor jasa sebagai pendorong pembangunan perekonomian. Misalnya perekonomian Malaysia, Singapura dan Thailand, secara struktural kini mulai bertumpu di sektor jasa. Bagi Indonesia, sektor jasa dapat menjadi pendorong perekonomian daerah.

            Perkembangan bisnis yang sangat mengutamakan peranan Sumber Daya Manusia yang punya pengalaman di bidangnya dan juga peranan SOP atau Standard Operating Procedure. Dan bisnis jasa ini tidak mengandalkan alat sebagai investasi utama karena peranan alat hanyalah sebagai penunjang. Seperti misalnya bidang jasa konsultasi untuk pembanguan suatu gedung. Bisnis konsultasi itu menjual orang yang dibayar berdasarkan billing rate, dengan acuan berdasarkan persentase dari harga bangunan. Sepeti arsitektur misalnya, untuk desain interior persentasenya 2-5 %-nya. Kalau di bidang pengawasan dan manajemen konstruksi besarnya 3-6 %, karena yang dikerahkan adalah keahlian.

            Seorang service konsultan misalnya, peralatan yang dipakai hanya satu buah komputer, tetapi perannya untuk mengawasi pekerjaan kontraktor tergantung pengalamannya di bidang itu sehingga ia dibayar berdasarkan pengalamannya. Di bidang desain juga berdasarkan persentase, orang, dan bahan produksi yang dihabiskan seperti kertas, tinta, komputer, dan masa penyusutannya, sedangkan untuk jasa cleaning service dihitung berdasarkan luas area pengerjaan.

            SOP akan membedakan perusahaan jasa satu dengan yang lain, seperti di manajemen konstruksi itu ada format-format yang menentukan sekali dari awal proyek sampai penyerahan lahan, sampai bangunan selesai, dan diserahterimakan. Untuk UKM, SOP secara sederhana juga harus ada, seperti tukang bakso. Bagaiman menjaga agar cita rasa baksonya tidak berubah sehingga ia harus membuat SOP yang bentuknya berupa standarisasi resep yang tidak boleh berubah. Kalau di bisnis jasa SOP berupa format-format kerja bagi karyawannya. Seperti di mal-mal banyak kita temui misalnya di belakang pintu toilet ada format-format kerja bagi staf cleaning service di bagian toilet.

            Intinya pada bisnis jasa khususnya UKM, diperlukan standarisasi terhadap kualitas pelayanan dan produk yang dilandasi ilmu dan pengalaman dari si pendiri usaha. Sedangkan SOP lebih ditekankan pada sistem kerja serta pola kerja yang tidak berubah-ubah yang bisa membingungkan pelanggan. Tentu saja untuk menciptakan SOP yang tepat bagi usahanya dibutuhkan kreativitas, inovasi, untuk menciptakan keunikan jasa, penampilan, kegunaan atau manfaat, pelayanan atau sevice bagi UKM yang ingin sukses di bisnis jasa ini atau berani tampil beda. Dengan adanya SOP maka tenaga baru yang belum berpengalaman, akan mampu memenuhi standarisasi service yang dtetapkan usaha tersebut.

 

Kiat Berbisnis di Sektor Jasa

Beberapa hal harus diperhatikan bila Anda ingin sukses berbisnis di sektor jasa adalah:

  1. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membuat SOP dan untuk itu harus ditetapkan dulu visi, misi usaha itu. Misalnya perusahaan jasa desain produk bisa mengambil desainer produk lulusan dari perguruan tinggi yang membidangi produk desain, memberikan gambaran SOP, dan memberikan pembagian tugas jenis produk yang didesain mereka.
  2. Selain itu bisnis jasa ini juga sangat membutuhkan pengalaman atau keahlian dari sang pemilih. Seperti misalnya jasa merawat atau memperbaiki lantai marmer perlu juga pengalaman. Dari pengalaman pengusaha itu sendiri bisa memberikan pembelajaran kepada karyawan baru, dan setelah itu ia bisa memasarkan jasanya.
  3. Pembinaan orang dalam bisnis jasa juga penting seperti cara kerjanya, pelayanannya terhadap pelanggan, dll.
  4. Untuk mencari klien dalam memasarkan usaha biasanya pemilik usaha merintisnya dengan menggunakan data base klien dari perusahaan lama tempatnya bekerja dan kemudian mulai berkembang
  5. Kategori UKM kalau mau mengembangkan bisnisnya masuk ke industri jasa juga harus punya merek. Bila sudah punya nama maka daya saingnya tinggi. Makanya merek baik bisnis jasa atau produk yang sudah besar harganya mahal. Semakin bermerek bisnisnya biasanya juga semakin mudah memasarkannya. Lebih baik bila pemilik usaha di sektor jasa tersebut memiliki kemampuan membangun network klien sehingga merek usahanya semakin dikenal orang.
  6. Dalam persaingan bisnis jasa cukup ketat, apalagi usaha jasa seperti arsitek misalnya dilarang untuk melakukan promosi, sehingga lulusan baru arsitek susah untuk berkembang. Satu contoh, banyak mal di Jakarta yang dirancang hampir semuanya oleh pemain-pemain lama. Konsultannya itu-itu saja, sehingga kalau tidak ada teknologi baru sulit untuk mengalahkan pemain besar
  7. Bisnis jasa dikembangkan UKM bisa berkembang menjadi skala industri asal menemukan satu penemuan baru. Dengan penemuan baru tersebut UKM juga bisa lebih mudah dalam menjual jasanya. Di Barat misalnya, perkembangan UKM didukung oleh ventura capital untuk selalu bisa inovasi. Contahnya seperti Bill Gates yang memulai bisnisnya dari garasi dan didukung oleh ventura capital untuk mengembangkan bisnisnya. Jadi karena teknologi dan penemuan baru itulah UKM berpeluang bisa mengembangkan bisnisnya menjadi besar. Contoh lainnya yang lagi tren saat ini pisang pontia. Penemuan baru bahwa pisang goreng kapok Kalimantan dipadukan dengan adonan tepung crispy seperti di KFC diminati banyak orang. Inovasi bagi UKM itu sebuah keharusan, terutama kalau mau masuk ke industri jasa untuk membesarka skala usahanya.
  8. Di bidang jasa, satu usaha bisa berkolaborasi dengan seorang pemilik modal untuk mengembangkan usahanya. Di daerah pun peluang bisnis jasa bagus karena berkembangnya otonomi daerah, seperti bisnis jasa konsultan properti saat ini lebih berkembang di daerah dengan banyaknya pembangunan pemukiman baru di daerah. Syaratnya tentu harus punya network kuat.
  9. Risiko bisnis jasa adalah bila kehilangan klien dan tidak dipercaya lagi oleh klien karena standarisasi layanannya tidak memuaskan klien. Jadi kembali lagi pada SOP dan pengalaman merupakan tulang punggung di bisnis jasa.

 Bambang Wahyupurnomo

Pengamat Kewiraswastaan

Sumber: Peluang Usaha

Read Full Post »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.